Kisahku dalam mencari motor terbaik, jilid 2

11 11 2009

Lanjutin lagi….

Vixion

Yamaha Vixion

Apache

TVS Apache RTR 160

Tanpa memperhitungkan faktor 3S, maka saya buatkan tabel perbandingan performa dari Vixion dan Apache berikut

Item Vixion Apache
Max Power 14,88 HP / 8500 rpm 15,2 BHP / 8500 rpm
Max Torsi 13.1 Nm / 7500 rpm 13.1 Nm / 6000 rpm
Konsumsi BBM 1:45 1:50
Harga (Maret 2009) Rp 19.800.000,- Rp 17.100.000,-
Frame Deltabox Dual Synchro Stiff
Panel Manual Digital

Dari tabel tersebut, saya langsung menyimpulkan bahwa Apache pemenang dari Value Performa/Harga. Kecuali Frame, Apache menang di semua item yang saya bandingkan.

Faktor Injeksi, Radiator, jumlah katup serta RTR technology tidak saya masukkan karena itu memang merupakan design dan kebutuhan dari mesin dan bukan merupakan fitur/kelebihan. Sesuatu yang dibutuhkan, berarti bukan feature/kelebihan dari product tersebut. Lagi pula, faktor-faktor tersebut itulah yang menghasilkan angka-angka Max Power dan Max Torsi. Tanpa Injeksi, radiator dan 4 katup, apakah Vixion bisa mencapai Max Power dan Torsi sebesar itu ?? Tanpa RTR Technology apakah Apache bisa mencapai Max Power dan Torsi sebesar itu ?? Jadi faktor2 tersebut sudah merepresentasikan angka2 Max Power dan Torsi.

Buat apa saya bayar lebih mahal untuk system injeksi (yang seharusnya lebih hemat), kalau ternyata ada system karburator yang lebih hemat (Kalau saya bandingkan dengan Apache injeksi, Apache injeksi tersebut jauh lebih unggul lagi konsumsi BBM nya).

Buat apa saya bayar harga lebih mahal untuk radiator, kalau ternyata ada motor yang  akselerasi dan topspeed sangat baik walaupun tanpa pendingin yang berarti. Kalau Apache ditambah radiator, lebih OK lagi dan itu baru namanya feature. Coba bayangin kalo Vixion radiatornya dilepas…..hehehehe….pasti mesinnya pecah/rusak parah karena overheat, berarti radiator di Vixion bukan feature dong.

Dengan semua perbandingan di atas dari berbagai macam motor, maka buat saya, Apache RTR 160 adalah The Best Bike yang harus saya miliki. Langsung deh telpon dealer, 1 hari kemudian motor sudah ada di rumah. Setelah saya pakai, semua yang saya bandingkan adalah benar, tidak salah saya memilihnya. Saya pun bisa lebih hemat uang.

Urusan service, sebelumnya saya service di tangerang yang jaraknya 33 Km dari rumah saya di pamulang, sekarang saya service di depok yang jaraknya cuma 15 Km. Semakin lama semakin dekat. 15 Km untuk 2 atau 3 bulan sekali masih sangat OK lah…..No Problem.

Itulah kisah saya……Be A Smart Consument.





Kisahku dalam mencari motor terbaik

31 10 2009

Ini adalah kisah saya dalam mencari motor baru terbaik diantara motor yang ada di pasaran pada maret 2009.
Saya bukan termasuk orang yang ceroboh dalam membeli barang mahal tanpa melakukan banyak pertimbangan. Bukan orang yang “Brand-Minded”, tetapi “Quality-Minded”.

Namun, terlalu banyak pertimbangan tanpa kriteria dan tujuan yang jelas, hanya akan membingungkan. Kebimbangan itulah yang akan membuat kita salah langkah dalam mengambil keputusan.

Motor yang saya cari adalah motor sport 4 tak yang punya akselerasi yang baik, penampilannya keren serta irit bensin. Sebelumnya saya punya motor bebek New shogun 110, akselerasi dan topspeednya paling ok saat saya beli. Sampai akhirnya keluar jupiter z yang mampu menyaingi dari sisi kecepatan, tetapi tidak konsumsi bensinnya.

Kriteriapun mengkrucut menjadi motor yang kapasitas mesinnya di bawah 200 cc dengan pertimbangan irit BBM dan juga karena saya tidak membutuhkan true topspeed di atas 100 Kph, mengingat kondisi trafik jakarta yang ramai dan macet. Motor 200 cc yang ada, rata-rata konsumsi BBM nya walaupun dibawa santai adalah 1:30…wah enggak deh. Walaupun topspeednya bisa 120 Kph lebih, tapi rasanya di jakarta ini hampir tidak mungkin dicapai, lantas buat apa punya topspeed tinggi ? Seandainya bisapun tentu semakin memperparah konsumsi bensinnya. Mendingan duitnya buat beli yang lain kan. Dari sini, Scorpio dan tiger tereliminasi.

Penampilan tentu saja saya pertimbangkan. Tau slogan cinta pada pandangan pertama kan. Slogan itu karna faktor penampilan. Penampilan yang saya maksud adalah dari semua sisi, bukan hanya body. Honda Megapro kok rasanya jadi gak enak diliat yah, untuk pulsar sendiri terlalu bulat. Ya jadi tereliminasi deh.

Loh..loh…loh….tinggal Vixion dong kandidatnya ??

Eh, tunggu sebentar, saya lihat dibrosur kok ada motor yang belom pernah saya lihat sebelumnya. Motor apaan nih ?? Ternyata itu adalah TVS Apache RTR 160. Penampilannya OK juga, kekar tangkinya. Dalam hati saya, saya mesti cari tau dulu di internet.

Kandidat pun menjadi 2, antara Vixion dan Apache.

Pertimbangan berikutnya adalah 3S. Kalo Vixion sih gak usah bingung, banyak banget dealer dan bengkel resminya. Yamaha sendiri sudah lama eksis di indonesia. Nah kalo Apache ?? Saya lihat di website resmi indonesianya, ada bengkel rekanan TVS di dekat kantor/rumah, walaupun gak deket2 amat…hehehe. Kira-kira 10 Km lah. Trus gimana sparepartnya ?? Apakah seperti mocin yang dalam beberapa tahun sudah menghilang ?? Ternyata TVS bukan dari China seperti yang saya duga sebelumnya. TVS adalah sebuah perusahaan di India yang memiliki kurang lebih 20 perusahaan dibawahnya, salah satunya adalah TVS motor yang sudah memiliki pabrik motor di kerawang yang akan dijadikan basis penjualan untuk Asia tenggara. Apache sendiri saya lihat di internet merupakan hot motor di india, motor yang banyak dikagumi karena akselerasinya.

Berikutnya adalah value perbandingan harga dengan performa. Tapi kalo diterusin di sini, kayaknya bakal panjang nih….udah gitu capek nulisnya….Jadi saya lanjutin di seri ke dua aja deh…hehehe…





Vixion, motor hebat atau biasa ?? Jilid 2

29 10 2009

Lanjutin ahhhhh….

Apakah penggunaan Injeksi diperlukan di Vixion ??

Basis mesin yang digunakan Vixion adalah mesin jupiter MX yang diperbesar cc nya menjadi 150 cc. Jupiter MX sendiri memang sangat baik akselerasi dan topspeednya, namun itu semua harus dibayar dengan konsumsi BBM yang boros (di banding bebek lain yang 1:50), rata-rata konsumsi BBM Jupiter MX adalah 1 liter untuk 40 Km. Jadi bisa dibayangkan konsumsi BBM nya kalau cc nya diperbesar menjadi 150 cc. Nah, disini lah pinternya Yamaha, untuk mengatasi masalah lebih borosnya itu, dipakailah sistem injeksi di sisi pembakarannya, alhasil, rata-rata konsumsi BBM Vixion menjadi 1 liter untuk 45 Km. Penjualan Vixion pun bisa dikemas dengan kata-kata “Hi Tech”.

Apakah penggunaan radiator diperlukan di Vixion ??

Basis mesin Jupiter MX sendiri memang berkarakter over heat. Bayangkan saja, untuk motor SOHC harian dengan cc sekecil itu (dipasaran indonesia), dengan akselerasi dan topspeed motor harian, ditempelkan radiator untuk mendinginkan mesinnya. Hanya sayangnya, efek radiator tidak sampai ke knalpot, sehingga bagian knalpot yang menempel dengan mesin, pasti terlihat merah bata karna panas. Penggunaan radiator ini pun bisa menekan biaya pembuatan blok mesin, karna blok mesin bisa dibuat lebih tipis, sehingga motor jadi lebih ringan untuk mendukung akselerasi.





Vixion, motor hebat atau biasa ??

22 10 2009

Mengulas fenomena boomingnya penjualan Vixion di indonesia tidak terlepas dari sistem injeksi yang tertanam pada sisi pengapian, frame sport deltabox serta water cooled pada sisi pendinginan. Namun ternyata bukan itu faktor utamanya. Ada 2 faktor yang menyebabkan boomingnya vixion, yaitu body yang keren, serta timing yang tepat.

Faktor body yang keren mungkin tidak perlu dibahas, karena tidak perlu dipungkiri bahwa body Vixion memang sporty dan faktor body adalah faktor selera dari konsumen. Sekarang mari kita lihat lagi saat-saat kemunculan Vixion, kredit poin kemunculannya adalah :

1. MegaPro, yang dengan mudah dilibas karena faktor body dan ratio performa/harga yang lebih rendah.

2. Tiger, cukup sulit dilibas karena faktornya hanya ratio performa/harga yang lebih rendah saja.

3. Pulsar 200 dan Pulsar 180, mudah dilibas karena faktor 3S yang masih sedikit.

4. Scorpio, dilibas karena faktor body.

5. Menjadi sponsor tunggal penyiaran balapan nomor 1 di dunia motoGP, dan Yamaha berjaya dengan penunggangnya Valentino Rossi.

Alhasil, membooming lah penjualan vixion.

Kedua faktor (body dan timing) tersebut di atas sangat beralasan, tetapi kenapa pemakaian sistem injeksi, deltabox dan water cooled bukan merupakan faktor utama ?

Tapi saya akan ulas di jilid 2 yah…..





Pulsar 180 UG IV, Perubahan besar dengan harga tetap

21 10 2009

Pulsar 180 UG IV telah hadir di indonesia menggantikan generasi sebelumnya. Perubahan besar pun banyak terjadi pada generasi baru ini, yang terutama terletak pada design body. Body yang diusung secara keseluruhan adalah milik Pulsar 200. Upside down diambil dari Pulsar 220 yang lebih berat dan lebih besar untuk menambah kenyamanan dan kestabilan.

Dari sisi engine, terjadi sedikit perubahan yang menyebabkan kenaikan power sebesar 0,5 HP sehingga menjadi 17,02 HP. Namun perubahan kecil tersebut otomatis mengorbankan nilai torsinya yang mengalami penurunan dari 15 menjadi 14. Perubahan tersebut sepertinya hanya pada perubahan panjang setang seher piston.

Yang lebih mencengangkan dari Pulsar generasi baru ini adalah, harga yang tetap di Rp. 18.000.000,-. Kredit poin yang luar biasa.





Apache RTR 160 CBU, motor sport paling murah

18 10 2009

Dengan harga resmi yang dilaunching pabrikan di indonesia, maka Apache RTR 160 CBU saat ini menjadi motor sport paling murah dengan harga Rp. 17.500.000,- rupiah. Motor ini adalah motor yang dirakit di india tahun 2008 dan dibawa ke indonesia sudah dalam bentuk motor (CBU-Completely Build Up).

Namun untuk Apache RTR 160 RD, yang merupakan facelift dari Apache RTR 160, sudah merupakan rakitan 2009 di indonesia (CKD-Completely Knock Down), dan saat ini dijual dengan harga Rp. 18.500.000,-. Perbedaannya hanya terletak pada penambahan rem cakram belakang dan airscope di tangki.

Untuk masalah performa, keduanya masih mengusung tenaga 15,2 BHp dan torsi 13,1 N.Kg/m. Akselerasi yang hebat dan responsif pada 0-60 Km/jam hanya ditempuh dalam waktu 4,8 detik. Maksimum true topspeed pada 118 Kpj.

Kelemahan yang masih terdapat pada motor ini adalah getaran di RPM tengah (5000-6000) yang mengurangi kenyamanan saat berkendara, oleh karena itu, jangan mengendarai motor ini pada RPM tersebut.

Untuk kelemahan di sisi dukungan pelayanan pabrikan sendiri  adalah masih sedikitnya dealer dan bengkel resmi, terutama di wilayah jabodetabek. Namun perlahan tapi pasti, jumlahnya semakin bertambah.

Pabriknya sendiri berdiri di karawang dan akan dijadikan basis produksi motor TVS Asia tenggara.

Untuk meminang motor produksi TVS ini, faktor yang perlu dilihat hanya sisi keberadaan dealer dan bengkel resminya saja, masalah performa dan lain-lainnya tak perlu diragukan lagi.





Klasifikasi motor sport

17 10 2009

Berdasarkan klasifikasi yang diterbitkan wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/Sport_bike), ada 4 macam tipe motor sport, yaitu :

1. Entry level. Merupakan kelas motor sport paling rendah, dimana motor jenis ini hanya menonjolkan design saja ketimbang performa. ciri lainnya adalah bahwa motor ini di buat untuk lifetime yang lama dan cocok untuk motor harian dan tidak untuk race karena sulit dimodifikasi.

2. Small Capacity. Motor ini sudah mengusung full aerodinamika motor sport race, hanya cc enginenya kecil dan berada pada range 125 – 600 cc. Modifikasi ringan bisa dilakukan dengan mudah untuk kebutuhan race, seperti ban, gear dan suspensi.

3. Super Sport. Berada pada range 600 – 800 cc. Modifikasi berat seperti pengaturan akselerasi dan topspeed dapat dilakukan dengan mudah karena sudah menggunakan komponen elektronik.

4. Super Bike. Sama seperti super sport, perbedaannya hanya motor ini pada range 800 – 1.200 cc.

5. Sport Turing. Merupakan jenis motor sport yang lebih mengutamakan kenyamanan dalam berkendara jarak jauh.





Internet-an dengan Notebook

17 10 2009

Internetan dengan Notebook jauh lebih menyenangkan, dan banyak keuntungannya di bandingkan dengan PC Desktop.

Keuntungannya :
1. Bisa dibawa kemana2 selama sinyal masih ada.
2. Rendah daya listrik.
3. Harga Notebook sekarang sudah jauh lebih murah dan terjangkau.

Kalau saya sih milih zyrex untuk notebooknya, produk lokal dengan kualitas tinggi dan lengkap feature nya, plus murah banget. Untuk koneksinya, saya menggunakan MOBI dari fren, kenapa ?? karena starter pack yang paling murah (Rp. 499.000,-), kualitas sinyal sudah menggunakan teknologi EVDO Rev.A, traffic pengguna yang masih sedikit dan murah bayarannya. Kalo ditanya cepet apa enggak, saya pernah membaca perbandingan antara BROOM, MOBI dan Speedy, urusan speed, speedy paling cepat, disusul MOBI, dan terakhir BROOM.

Pernah testspeed menggunakan im2.speedtest.net, dengan sinyal 3 bar (maksimal 4 bar), saya dapat speed 518 Kbps, cepet kan….
Sangat cepat dibandingkan harganya….








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.