Kisahku dalam mencari motor terbaik

31 10 2009

Ini adalah kisah saya dalam mencari motor baru terbaik diantara motor yang ada di pasaran pada maret 2009.
Saya bukan termasuk orang yang ceroboh dalam membeli barang mahal tanpa melakukan banyak pertimbangan. Bukan orang yang “Brand-Minded”, tetapi “Quality-Minded”.

Namun, terlalu banyak pertimbangan tanpa kriteria dan tujuan yang jelas, hanya akan membingungkan. Kebimbangan itulah yang akan membuat kita salah langkah dalam mengambil keputusan.

Motor yang saya cari adalah motor sport 4 tak yang punya akselerasi yang baik, penampilannya keren serta irit bensin. Sebelumnya saya punya motor bebek New shogun 110, akselerasi dan topspeednya paling ok saat saya beli. Sampai akhirnya keluar jupiter z yang mampu menyaingi dari sisi kecepatan, tetapi tidak konsumsi bensinnya.

Kriteriapun mengkrucut menjadi motor yang kapasitas mesinnya di bawah 200 cc dengan pertimbangan irit BBM dan juga karena saya tidak membutuhkan true topspeed di atas 100 Kph, mengingat kondisi trafik jakarta yang ramai dan macet. Motor 200 cc yang ada, rata-rata konsumsi BBM nya walaupun dibawa santai adalah 1:30…wah enggak deh. Walaupun topspeednya bisa 120 Kph lebih, tapi rasanya di jakarta ini hampir tidak mungkin dicapai, lantas buat apa punya topspeed tinggi ? Seandainya bisapun tentu semakin memperparah konsumsi bensinnya. Mendingan duitnya buat beli yang lain kan. Dari sini, Scorpio dan tiger tereliminasi.

Penampilan tentu saja saya pertimbangkan. Tau slogan cinta pada pandangan pertama kan. Slogan itu karna faktor penampilan. Penampilan yang saya maksud adalah dari semua sisi, bukan hanya body. Honda Megapro kok rasanya jadi gak enak diliat yah, untuk pulsar sendiri terlalu bulat. Ya jadi tereliminasi deh.

Loh..loh…loh….tinggal Vixion dong kandidatnya ??

Eh, tunggu sebentar, saya lihat dibrosur kok ada motor yang belom pernah saya lihat sebelumnya. Motor apaan nih ?? Ternyata itu adalah TVS Apache RTR 160. Penampilannya OK juga, kekar tangkinya. Dalam hati saya, saya mesti cari tau dulu di internet.

Kandidat pun menjadi 2, antara Vixion dan Apache.

Pertimbangan berikutnya adalah 3S. Kalo Vixion sih gak usah bingung, banyak banget dealer dan bengkel resminya. Yamaha sendiri sudah lama eksis di indonesia. Nah kalo Apache ?? Saya lihat di website resmi indonesianya, ada bengkel rekanan TVS di dekat kantor/rumah, walaupun gak deket2 amat…hehehe. Kira-kira 10 Km lah. Trus gimana sparepartnya ?? Apakah seperti mocin yang dalam beberapa tahun sudah menghilang ?? Ternyata TVS bukan dari China seperti yang saya duga sebelumnya. TVS adalah sebuah perusahaan di India yang memiliki kurang lebih 20 perusahaan dibawahnya, salah satunya adalah TVS motor yang sudah memiliki pabrik motor di kerawang yang akan dijadikan basis penjualan untuk Asia tenggara. Apache sendiri saya lihat di internet merupakan hot motor di india, motor yang banyak dikagumi karena akselerasinya.

Berikutnya adalah value perbandingan harga dengan performa. Tapi kalo diterusin di sini, kayaknya bakal panjang nih….udah gitu capek nulisnya….Jadi saya lanjutin di seri ke dua aja deh…hehehe…


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.